SOBAT MINISTRY

Petikan ayat hari ini

Kamis, 18 Januari 2018
Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barang siapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. I Yohanes 4:7,8

Renungan

PELAJARAN TENTANG KASIH

01 December 2008

Matius 22:37-39

Yesus berkata bahwa perintah yang terbesar adalah perintah untuk mengasihi Allah dan sesama. Bila kita menjauhkan diri kita dari perintah ini, sesungguhnya kita menghilangkan alasan kita untuk hidup. Ada banyak macam kasih, dengan berbagai tingkatan intensitasnya. Misalnya, kasih persaudaraan fileo dalam bahasa Yunani adalah jenis kasih yang memberi perhatian, sedangkan agape kasih tak bersyarat yang mengkarakteristikkan diri Allah adalah kasih yang tertinggi. Agape adalah komitmen yang selalu mendorong kita untuk menolong orang lain dalam menemukan dan menjalankan rencana Allah bagi hidup mereka.

Yesus berkata di dalam Yohanes 13:35, “Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.” Dengan kata lain, Yesus mengatakan bahwa murid-murid-Nya harus dapat dikenali melalui kasih yang mereka tunjukkan kepada sesama. Masalahnya, manusia memasuki dunia ini sebagai orang berdosa yang egois dengan kapasitas terbatas untuk menunjukkan perhatian dan kepedulian kepada sesamanya. Jadi Allah harus melakukan sesuatu guna memampukan mereka dalam menunjukkan kasih-Nya. Dengan menerima keselamatan melalui Kristus, seseorang menjadi ciptaan baru Roh Kudus berdiam di dalam dirinya, dan sejak saat itulah Allah dapat menunjukkan kasih-Nya melalui orang itu.

Kasih yang digerakkan oleh diri sendiri sesungguhnya adalah kasih yang tidak sempurna, karena kasih seperti itu berasal dari hati yang berdosa (Yeremia 17:9). Namun hati yang dipenuhi dengan Roh Allah pasti akan mampu mempraktikkan kasih agape. Orang percaya mampu mengasihi musuhnya sekalipun, karena Roh Kuduslah yang sesungguhnya menjalankan perintah Allah itu melalui dirinya.

Kasih yang tidak egois, sabar, dan penuh komitmen serta kemurahan hati, sangatlah jarang dan sulit ditemui dan kasih seperti itu hanya bersumber pada Allah saja. Kita tidak akan pernah mampu mempraktikkan jenis kasih yang tertinggi itu sebelum kita mengizinkan-Nya untuk tinggal di dalam diri kita dan menggantikan kasih kita dengan kasih-Nya.


Renungan Lainnya

Selengkapnya..


Kirim komentar