SOBAT MINISTRY

Petikan ayat hari ini

Kamis, 18 Januari 2018
Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barang siapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. I Yohanes 4:7,8

Kesaksian

SIAPKAH SAUDARA ?

29 October 2009

tsunami_sm.jpgAmos 3:7 Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi.

1Tes 5:19-21 Janganlah padamkan Roh, dan janganlah anggap rendah nubuat-nubuat. Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.


Dengan berbekal kedua ayat diatas, setelah berdoa dan bergumul, akhirnya kami memutuskan untuk mengetik tulisan ini. Dengan takut dan gentar kepada Tuhan yang hidup, yang kami layani dengan hati nurani yang murni, kami ingin membagikan beberapa penyataan yang Tuhan berikan kepada kami berdua, suami istri. Kami tidak mau mengulangi kesalahan yang sama, yaitu menyimpan pesan Tuhan dan tidak membagikannya dan tidak berbuat apa-apa (istri saya pernah mendapat penglihatan bahwa langit di daerah dekat rumah kami menjadi merah menyala, padahal hari sudah malam. Tidak lama kemudian, Depo Pertamina Plumpang meledak).


Malam ini kami mendapat sebuah SMS yang mengejukan dari seorang sahabat. Ternyata SMS tersebut adalah sebuah pesan terusan (forwarded message) dari tim Pendoa Mahanaim (dibawah pimpinan Ev Iin Cipto). Yang mengejutkan adalah, tidak hanya isinya, tapi juga karena apa yang disampaikan dalam SMS tersebut sama persis dengan apa yang kami terima sebelumnya dari Tuhan. Demikian bunyi SMS tsb:


“Fw>> ini dr pendoa Mahanaim (Ev iin Cipto).Info: ada pendoa yang disuruh Tuhan doa puasa sampai akhir tahun, akan ada banyak bencana. Mari Saudara2, kita naik ke gunung kudusNya dan memohon belas kasihanNYA atas Indonesia supaya diluputkan dari murkaNYA yang menyala-nyala, karena Allah kita adalah api yang menghanguskan. Penglihatan yang kami terima semalam: akan datang bencana yg sangat dahsyat lagi, AIR BAH melanda JKT, terlihat di bundaran HI, gedung2 tinggi hancur & air menutup kota sampai kepelosok2 gang2, menghancurkan sgala kemegahan & keangkuhan manusia. Ttpi ada suatu tangan yg besar menerobos air, mcari & menyelamatkan org2 yg diurapiNYA & membwanya kesatu tempat yg aman. (ayat yang kami terima: Hab 3:1-19).”


Kami memberanikan diri mengetik tulisan ini dan membagikankesaksian kami karena jauh hari sebelum SMS ini kami terima, istri saya sudah terlebih dahulu mendapatkan PESAN YANG SAMA lewat mimpi, TIGA KALI, dan dengan detail yang SAMA PERSIS. Demikian 3 penglihatan/mimpi yang diterima istri saya tahun lalu pada hari yang berbeda-beda:


Mimpi Pertama: “Saya berada disebuah kota besar (mungkin Jkt). Banyak gedung-gedung tinggi. Saya melihat air bah menerjang, banyak orang-orang yang tidak dapat menyelamatkan diri. Tapi anehnya, saya dan beberapa orang sudah berada di atas gedung-gedung tinggi. Dan kami semua menyaksikan air bah melahap orang-orang dan bangunan-bangunan yang dilaluinya.”


Mimpi Kedua: “Saya berada disebuah kota kecil. Saya melihat matahari menyinari kota. Karena ternyata hari cerah dan terang, saya memutuskan untuk melihat kesekeliling saya. Betapa terkejutnya saya, karena ternyata keadaan sekitar saya sudah hancur berantakkan. Bangunan-bangunan hancur, puing-puing dimana-mana. Ada genangan air dimana-mana, bahkan ada beberapa area yang sudah tenggelam. Lalu saya melihat orang banyak lari panik, ketakutan, semua berusaha menyelamatkan diri. Tiba-tiba saya merasa ‘seseorang’ menarik saya dan membawa saya pergi dengan cepat ke tempat yang aman (teringat Kej 19:15-16). Sementara saya berlari, saya menatap ke langit, tiba-tiba saya melihat sebuah tangan raksasa, besar sekali, sepertinya tangan kanan, turun dari langit dan turun menelusuri kota itu.”

Mimpi Ketiga: “Saya berada disebuah tempat yang nampaknya bukan daerah perkotaan. Daerah perbukitan dan ada sungai kecil. Tiba-tiba saya mendengar orang-orang berteriak-teriak, “AWAAASS.. ADA AIR BAAAHH!!!” Lalu air itu melanda dan banyak orang hanyut. Air itu muncul dari daerah/dataran tinggi mengalir kebawah dengan deras sekali. Tiba-tiba, sekali lagi, ada ‘seseorang’ menarik saya ke dataran yang tinggi. Tiba-tiba selamatlah saya (saya teringat Mazmur 91). Dan dari tempat tersebut, kami menyaksikan kehancuran akibat air bah yang melanda jiwa-jiwa dan bangunan-bangunan dibawah.”


Kesamaan-kesamaan antara penglihatan yang diterima istri saya dan penglihatan yang diterima rekan pendoa di Mahanaim adalah sbb:

• Adanya (semacam) AIR BAH yang melanda.

• Air Bah tersebut MENGHANCURKAN kota dan membinasakan banyak orang.

• Ada TANGAN BESAR yang turun menolong umat yang mengasihi-Nya.


KESIMPULAN KAMI:

• Kami yakin (oleh peneguhan dari SMS ini dan dari beberapa rekan seiman) bahwa ini adalah pesan dari Tuhan sendiri sebagai sebuah peringatan.

• Kami tidak tahu kapan ini akan terjadi, namun kami simpulkan bahwa ini akan melanda sebuah wilayah yang luas (beberapa kota? Provinsi? Nasional?) tapi tidak global, karena Tuhan sudah berjanji untuk tidak memakai Air Bah lagi untuk memusnahkan isi Bumi (Kej 9:11).
• Kami tidak tahu apakah ini peristiwa Akhir Jaman menjelang kedatangan Tuhan atau sebuah peristiwa Bencana Alam yang mahadahsyat.

• Kami yakin, jika Tuhan memberikan Peringatan (Warning) seperti ini, semata-mata karena ia mengasihi umat-Nya dan mau supaya semua orang bertobat agar penghukuman-Nya dibatalkan (belajar dari peristiwa Yunus dan Kota Niniwe).

• Dan jika kota/bangsa yang diperingatkan tidak juga mau bertobat, maka penghukuman-Nya itu akan tetap turun, namun pertolongan-Nya akan menyertai orang-orang yang sungguh-sungguh mengasihi Dia (belajar dari peristiwa Nuh, dan juga dari peristiwa Keluarga Lot di kota Sodom dan Gomora).


Tambahan Kesaksian:

Tahun lalu (November 2008) saya divonis terkena Kanker Paru stadium 3. Saat dalam perjalanan untuk berobat ke Singapore, kami singgah sebentar di Kota Batam untuk bergabung dengan orangtua kami (yang sedang menerima undangan pelayanan di beberapa gereja di sana, hari itu). Setibanya di hotel, siang itu saya dipapah untuk duduk di samping tempat tidur. Mungkin karena terlalu lelah akibat menahan sakit, saya lalu tertidur dalam posisi duduk, hanya sekitar beberapa menit yang singkat. Pada saat yang singkat itu, saya mendapat sebuah penglihatan.


Saya diperhadapkan ke muka sebuah Buku/Kitab yang besar sekali. Tapi kitab ini bukanlah Kitab Kehidupan, melainkan sebuah kitab yang mencatat semua rincian perbuatan yang saya lakukan semasa saya hidup (Wah 20:12). Saya sadar, saya akan dihakimi berdasarkan isi kitab ini. Aaaah.. betapa malunya saya. Karena saya tahu betul apa saja yang sudah saya perbuat dalam hidup ini. Tapi betapa kagetnya saya ketika saya didorong untuk melihat lebih dekat. Saya perhatikan kitab itu dengan lebih seksama, dan ternyata.. PUJI TUHAN !!! Kitab itu bersih mengkilat, putih seperti lantai keramik yang kinclong (cemerlang) berkilau-kilau. Sama sekali tidak ada isinya. Semua perbuatan saya yang memalukan sama sekali tidak tertulis disana.


Apa yang terjadi?


Dalam sekejap, Tuhan langsung memberikan saya pengertian bahwa apa yang saya lihat itu adalah hasil dari Darah Anak Domba Allah yang sudah menghapus semua tulisan yang buruk disana. Puji Tuhan, semua catatan dosa saya sudah dihapus bersih oleh Darah Tuhan Yesus! HALELUYAH !!! Saya merasakan kelegaan yang luarbiasa. Sukacita tak terkatakan mengisi hati saya. Nama saya tercatat dalam Kitab Kehidupan Anak Domba. Namun mendadak sesuatu mengagetkan saya…


Saya mendengar sebuah suara berteriak. Entah dari mana asalnya. Saya tidak tahu siapa yang berteriak.
Apakah salah satu dari malaikat atau salah satu dari 24 tua-tua, atau salah satu dari penghuni Sorga lainnya? Dengan keras, suara itu bertanya pada Tuhan dan berkata, “Bagaimana dengan yang 90 lagi?” Lalu Tuhan memberikan Yohanes 14:16-17 kepada saya sebagai penghiburan, dan langsung saya terbangun sambil berteriak-teriak menyebut ayat tersebut dan memanggil istri saya. Saya tahu lewat ayat ini bahwa saya tidak perlu takut perihal penyakitku lagi. Karena lewat ayat ini, Tuhan kembali meneguhkan penyertaan-Nya pada saya, Dan itu berarti ‘everything is going to be alright.’ (Kesaksian kesembuhan saya akan ditulis di kesempatan lain).


Kembali ke soal ‘yang 90 lagi’. Saya sungguh-sungguh bergumul minta pengertian dari Tuhan perihal kalimat tersebut. Dan inilah pengertian yang saya dapat dari Tuhan:


“Kalau Tuhan datang kembali nanti, banyak orang tidak akan siap (Luk 18:8)!!! Banyak orang yang tidak lagi beriman pada Kristus (karena ternyata mereka memang tidak pernah benar-benar jadi pengikut Kristus, dan tidak pernah benar-benar lahir baru. Kitab catatan kehidupan mereka tetap kotor). Goncangan demi goncangan (ekonomi, bencana, masalah, dll) akan menunjukkan siapa mereka sebenarnya (Ibr 12:26). Hanya yang tak tergoncangkanlah yang dapat bertahan. Yang bertahan dan siap hanya 10%. Sedangkan yang 90% lagi.. hhegh... tidak siap (saya menangis tersedu-sedu merenungkan hal ini). Mereka mungkin hadir di kebaktian, mereka mungkin adalah anggota jemaat gereja, bahkan mungkin mereka aktif pelayanan, namun Tuhanlah yang melihat hati.
Dia mengetahui siapa yang sungguh-sungguh kepunyaan-Nya (2 Tim 2:19).


Kami sungguh-sungguh kuatir. Jika Tuhan datang, atau jika bencana ‘Air Bah’ yang dinyatakan dalam penglihatan istri saya itu terjadi, berarti hanya sedikit sekali yang diselamatkan. Saudara, tugas kita masih banyak. Puji Tuhan saya masih diijinkan hidup untuk melakukan tugas mulia ini. Mari Saudara, singsingkanlah lengan baju. Kita rebut jiwa-jiwa bagi Tuhan “selagi hari masih siang.”
Mari kita berdoa minta belas kasihan Tuhan agar pengampunan-Nya turun dan waktunya diperpanjang.


Mat 22:14 Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih."

Mat 7:13-14 Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya."


Bagi kemuliaan Tuhan Yesus Kristus,

Iman & Mona T.



Kesaksian Lainnya

Selengkapnya..


Kirim komentar