SOBAT MINISTRY

Petikan ayat hari ini

Minggu, 17 Desember 2017
Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barang siapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. I Yohanes 4:7,8

Kesaksian

BAHAGIA MASIH DIBERI KESEMPATAN LAYANI TUHAN

12 April 2011

EB_IMG01320_20100126_1714.jpgDisaksikan oleh: Eddie Boentoro, Penderita Kanker Tulang

 

MUKJIZAT Tuhan sering diartikan dengan kesembuhan, bangkit dari kematian, terhindar dari bencana, menjadi kaya atau sukses. Benarkah hanya sekadar itu? Bagaimana dengan mereka yang berada dalam kesulitan dan keterpurukan hidup? Apakah di sana tidak ada Tuhan? Di mana keadilan dan kasih-Nya?.  Eddie Boentoro, pria kelahiran Bogor, 23 September 1949 ini melihat hal yang berbeda. Justru dalam kondisi terpuruk sekalipun, dia tetap percaya dan bersyukur kepada Tuhan. Baginya, itu adalah mukjizat yang terbesar dalam hidup, yang menyelamatkan seseorang dari “iman percayanya”.  
 

Awal pergumulan
Rasa sakit di bagian lutut itu mulai terasa kurang lebih sejak 1 tahun lalu. Di sana ada benjolan yang kadang menimbulkan rasa pegal. Tapi benjolan itu membesar, dari semula  seukuran telur burung puyuh sampai sebesar telur ayam kampung. Curiga adanya tumor, mendorong Eddie segera memeriksakan diri ke RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Dari hasil scan, diketahui bahwa benjolan itu bukanlah kanker. Pemeriksaan dilanjutkan ke Rumah Sakit Siaga Raya Jakarta, yang melakukan operasi ostheo chondroma (tumbuh tulang dan daging di bagian lutut), Tetapi setelah hasil biopsynya diperiksa kembali di RSPAD, ternyata itu kanker ganas (ostheo sarcoma). Untuk operasi, Eddie memilih RS Bangkok International Hospital.
Awalnya Eddie dan istri (Louise Widya Setianti) yakin sekali bahwa Tuhan akan menyembuhkan dengan cara yang spektakuler yaitu kesembuhan dengan sempurna tanpa amputasi atau pun chemotherapy, sekalipun dokter-dokter ahli onkology dan orthopedy sudah menyatakan bahwa kaki tersebut harus diamputasi, karena akan menjalar ke bagian tubuh lainnya. Dengan mengubah pola makan, diet vegetarian, dan obat-obatan herbal berharap kanker akan sembuh.


EB_Testing_Kaki_palsu_006.jpgSebagai seorang pelayan Tuhan tentu saja tidak salah apabila Eddie berharap kesembuhan. Harapan-harapan ini diperkuat oleh khotbah-khotbah dan doa hamba-hamba Tuhan yang ada di Bangkok, yang menyatakan bahwa Tuhan sudah memberikan kepada kita kaki yang sempurna, maka DIA tidak akan membiarkan kaki kita diambil oleh tim dokter tersebut. Pernyataan-pernyataan seperti ini pun dikuatkan lagi oleh saudara-saudara seiman di dalam persekutuan cell group ketika berada di Bangkok, di dalam doa-doa syafaat mereka memohon kesembuhan atas penyakit Eddie. “Memang setiap pulang dari kebaktian raya atau cell group perasaan dan iman kami sepertinya bangkit dan yakin bahwa Tuhan akan menolong kami, akan tetapi sesungguhnya apa yang terjadi? Benjolan pada lutut kaki kanan saya yang sudah divonis dokter stadium II B dan sudah dalam tahap menjalar tetap ada, malahan makin lama makin sakit, sampai nyaris tak tertahankan,” ungkap Eddie.


Meski demikian, hari demi hari berlalu, doa dan harapan itu terus dinaikkan, sambil memohon jawaban dari Tuhan. Beban itu terasa semakin berat. “Bukan hanya kami suami istri, seluruh keluarga, anak, menantu pun merasakan suatu tekanan  yg luar biasa. Apakah masih harus sabar dan tetap percaya akan mukjizat Tuhan? Tentu saja jawabannya “ya”, harus tetap sabar dan menantikan mukjizat-Nya.  Akan tetapi mukjizat Tuhan dalam bentuk  lenyapnya kanker sehingga tidak perlu diamputasi segala sakit lenyap dan sembuh total, bukan itu yang Dia berikan untuk Eddie. Ternyata Eddie harus melewati proses pengujian iman dan penyerahan total.

Jawaban nyata    
Dokter menyatakan bahwa 2 bulan lagi kaki Eddie tidak dapat berjalan. Dokter memberi waktu, tepatnya 7 Agustus 2009 agar Eddie mengambil keputusan untuk diamputasi. Dua minggu kemudian berdasarkan hasil diagnosa lanjutan, dipastikan bahwa Eddie menderita kanker tulang (osteo sarcoma) yang sangat ganas dan langka. Cuma ada hal yang sangat disyukuri, bahwa kanker itu tidak menjalar ke bagian tubuh yang lain. Dokter menyarankan untuk meneruskan pengobatan dengan 6 sesi khemotherapi, untuk mencegah cell CR yang tidak terdeteksi dengan mikroskop. Setelah menjalani terapi itu, Eddie kini mulai dapat berolahraga renang dan memasuki tahap ke-2 khemoterapi.


EB_Natal_tgl_25__Des.2010.jpgAtas semua perkembangan yang menggembirakan itu, pemimpin Paduan Suara Serafim Gereja Kristus Bogor ini dapat menarik makna dari semua yang terjadi: “Tuhan menyatakan mukjizat dan kuasa-Nya jauh lebih indah menurut apa yang DIA mau lakukan, bukan kemauan segelintir orang atau kehendak kita, karena mukjizat Tuhan itu luar biasa, Dia menyembuhkan tetapi Dia juga mengijinkan penderitaan itu dialami agar iman dan kasih kita kepada-Nya pun lebih teruji. Rencana Tuhan itu bukan rencana kita, kehendak Tuhan, bukanlah kehendak kita, apa yang kita mau belum tentu Tuhan juga mau dengan cara yang kita mau. Dan mukjizat yang Dia berikan adalah pengajaran khusus yang orang lain belum tentu mengalaminya, di mana melalui pengalaman ini kami belajar bagaimana Dia memproses kami menurut kehendak-Nya, dan kami percaya bahwa kehendak dan rencana-Nya baik dan indah adanya”.


Kini Eddie tetap konsentrasi untuk pemulihan kesehatan dengan melanjutkan khemothe-rapy sampai selesai. Saat teduh, memuji Tuhan, doa malam bersama isteri, membangun hubungan dengan anak-anak, dan teman-teman melalui internet, itu aktivitas kesehariannya. Kadang-kadang dia berlatih musik untuk persiapan lagu-lagu yang akan dinyanyikan di dalam paduan suara. Semuanya dilakukan sebagai kesadaran bahwa hidup adalah kasih karunia Tuhan. Mengisinya dengan hal yang lebih baik dan berarti bagi Tuhan dan sesama, menjadi moto hidupnya.   
Walau kini ia harus memakai kurk atau kursi roda jika melakukan perjalanan jauh, baginya itu bukan masalah. Kebahagiaan Eddie hanyalah ketika masih tetap diberi kesempatan melayani Tuhan. “Tuhanku adalah Tuhan yang sangat baik, dan tidak pernah mengecewakanku dan keluarga. Saya akan tetap menjadi hamba-Nya yang setia dan berguna sampai Dia memanggil pulang ke rumah Bapa. Hidup ini penuh dengan misteri, tantangan, dan kesulitan. Akan tetapi bagi anak-anak Tuhan yang setia, selalu ada pengharapan di dalam janji-janji-Nya yang tidak pernah mengecewakan,” kata Eddie mengakhiri kesaksiannya dengan penuh semangat.
Lidya (Reformata)

 

Kiranya kesaksian ini menjadi kekuatan, berkat bagi kita sekalian, terutama bagi mereka yang Tuhan ijinkan juga mengalami osteosarcoma (kanker tulang) dan sedang bergumul harus di amputasi atau tidaknya .

Saya tambahkan kesaksian saya dengan pertolongan Tuhan serta berjalannya waktu dan pendampingan isteri juga keluarga yang setia memberikan pertolongan, maka sekalipun hanya berjalan memakai kaki palsu, tetapi ber-sama2 dengan Tuhan Yesus menjadi seperti tidak ada masalah.
Semua baik, lancar, dan pelayanan yg Tuhan percayakan di musik dan suara masih terus kami jalani , bahkan Puji Tuhan saat ini kami sedang ber-sama2  "SOBAT MINISTRY " tengah merekam lagu2 ROHANI JADUL untuk dapat menjadi berkat bagi saudara2 seiman yang mendengarkan serta melihat video ini.

Tuhan memberkati saudara2 sekalian .

Eddie Boentoro



Kesaksian Lainnya

Selengkapnya..


Kirim komentar