SOBAT MINISTRY

Petikan ayat hari ini

Kamis, 18 Januari 2018
Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barang siapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. I Yohanes 4:7,8

Berita Sahabat

ORANG BISA BAIK TANPA TUHAN, BENARKAH?

29 October 2009

Good_Without_God_T_Shirt.jpg“Satu juta warga New York adalah (orang-orang) baik tanpa Tuhan,” demikian pernyataan salah satu kelompok ateis di Amerika Serikat.

Mulai minggu depan, stiker bertuliskan tukilan jargon tersebut akan ditempelkan di lusinan stasiun kereta bawah tanah, di Kota New York—kota terpadat di AS.

The United Coalition of Reason —nama kelompok ateis tersebut—mengatakan bahwa kampanye iklan di New York ditujukan bagi kelompok-kelompok religius, bahwa mereka bukan satu-satunya orang baik di muka bumi; sekaligus memecahkan steorotip dan memberitahukan kepada masyarakat bahwa penganut paham ateis sejatinya adalah orang-orang baik—seperti halnya penganut keagamaan lainnya.

“Kami ingin semua orang tahu bahwa seseorang bisa menjadi baik tanpa harus memiliki keyakinan agama,” terang John Rafferty, juru bicara Big Apple Coalition of Reason—yang juga berafiliasi dengan The United Coalition of Reason kepada NBC. “Ada banyak kesimpangsiuran informasi mengenai kami—kaum ateis. Sebenarnya kami kaum humanis, agnostik, dan ateis, adalah bagian dari masyarakat. Kami adalah teman, tetangga, rekan kerja, dan anggota keluarga.”

Kampanye senilai 25 ribu dolar AS atau lebih dari 234 juta rupiah ini, didanai oleh seorang pendonor yang tidak bersedia menyebutkan jatidirinya; dengan jargon kampanye berbunyi: “Satu juta warga New York adalah (orang-orang) baik tanpa Tuhan. Apakah Anda juga?”

Nominal satu juta diperoleh berdasarkan survey yang dihelat American Religious Identification Survey pada Maret 2008, di mana 15 persen dari total penduduk AS mengaku bahwa mereka tidak beragama.

Iklan itu akan tayang di Kota New York, tepat sebelum pelucuran buku “Good Without God: What a Billion Nonreligious People Do Believe”, yang ditulis oleh tokoh humanis Harvard, Chaplain Greg Epstein.

Untuk pertamakalinya, The United Coalition of Reason bekerja sama dengan Harvard Secular Society menggelar National Secular Service Day di hari Minggu— hari suci umat kristiani—yakni semacam hari sabat bagi penganus ateis, di mana mereka berkomitmen untuk menjalani hidup yang etis dan bermoral.

Bagi umat Kristen, standar moral yang sejati berasal dari Allah—bukan manusia.

Profesor William Lane Craig, salah satu filsuf Kristen terkemuka, awal tahun ini berdebat dengan tokoh ateis yang sangat termahsyur, Christopher Hitchens. Dalam perdebatan itu, Craig menegaskan bahwa tanpa moralitas obyektif yang berakar pada Tuhan, umat manusia ditinggalkan pada relativitas subyektif. Ini berarti, menurut Craig, secara obyektif hidup tidak memiliki arti bagi kaum ateis, karena mereka tengah menuju pada kekosongan dan kematian.

Sedangkan Hitchens mengatakan bahwa tidak ada bukti umat manusia yang memiliki hubungan intim dengan kuasa supernatural, memiliki perilaku yang lebih baik ketimbang mereka yang tidak. Dia juga menyatakan bahwa bebas dari kepercayaan palsu dan menolong orang lain untuk melakukan hal yang sama, memberi arti bagi hidupnya.

“Tidak ada yang benar, seorang pun tidak. Tidak ada seorang pun yanbg berakal budi, yang mencari Allah. Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorang pun tidak.” (Roma 3:10-12)

Ya, tanpa Tuhan, tidak mungkin seseorang dapat berbuat baik.

Sumber: glministry.com



Berita Sahabat Lainnya

Selengkapnya..


Kirim komentar